Minggu, 25 Desember 2011

Dear, you

Alow freinds...

Menjawab beberapa pertanyaan yang sering mampir di twitter dan facebook, sekedar untuk memuaskan rasa penasaran pembaca Heaven on Earth, sekarang saya akan menginformasikan, saat ini saya sedang 'sok' sibuk mengerjakan dua draft novel, dengan judul yang berbeda.

Saya punya beberapa alasan kenapa ngoyo untuk menyelesaikan dua draft ini. Pertama, karena saya sedang di landa euforia banjir ide (wah belagu), sehingga membuat unsur-unsur keserakahan menyerang jiwa dan raga. Haha.

Kedua, ada ketakutan dalam diri saya untuk beberapa bulan ke depan, saya tidak akan sempat menyentuh draft-draft itu dikarenakan sibuk mengurus draft yang lain alias tugas akhir. Just info, kalau lancar tahun depan saya sudah akan mengerjakan skripsi (ck, promosi apa curhat?). Sudah pasti, tugas negara yang satu ini akan lebih saya utamakan.

Dan yang ketiga, saya merasa tidak rela untuk mengabaikan 'mereka' tokoh-tokoh yang ada di dalam sana untuk menunggu saya menyelesaikan tugas negara. Tentunya saya nggak mau dong, mereka saban malam akan menggentayangi saya gara-gara nasibnya yang di gantung. (oke, yang ini memang berlebihan)

Saya rasa ketiga alasan itu cukup untuk membuat saya kekeuh untuk tetap melanjutkan misi maruk ini. :)

Draft pertama sudah berjalan 95%. Sementara untuk draft kedua, saya masih harus berjuang keras, karena draft ini masih dalam proses referensi dan pematangan plot.



Dua draft yang saya buat ini, dari segi tema sangat bertolak belakang. Tapi masih tetap dalam satu genre yang sama. Masuk dalam kategori genre remaja.
Akan ada unsur-unsur berbeda di dalam dua draft ini. Bukan bermaksud untuk membuat penasaran, karena saya tidak akan menjabarkan isi cerita kedua draft ini secara keseluruhan. :D Tapi saya akan sedikit memberikan gambaran tema kedua draft ini.

Dalam draft pertama, saya mengangkat tema tentang dua sisi dunia yang berbeda, antara nyata dan dunia gaib. Dimana kedua tokohnya akan saling berbenturan dengan terhubung satu konflik. Cukup! :)


Next, draft, bertema science fiction dengan mencampurkan bumbu-bumbu action di dalamnya. Lebih tepatnya cerita ini menggambarkan tentang sebuah petualangan. Cukup!
Untuk tema yang satu ini, jujur ini adalah genre baru yang saya coba, diluar kisah romance remaja. 

Kedua draft ini akan saya kejar untuk selesai tepat pada waktunya, sebelum tugas negara di mulai. Jadi mohon doanya ya. :D

Lalu, pertanyaannya, kapan akan terbit?
Let's see. Kita tunggu saja, karena saya pasti akan selalu mengusahakannya.

So, gimana? Sudah puas? Atau malah tambah penasaran?
*_^

Salam
dil.se

  









Senin, 05 Desember 2011

Mother's Day

Hei, freinds...

Bulan november, bulannya Ibu. 
Seperti yang kita tahu, tanggal 22 Desember dirayakan sebagai Mother's Day. Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk merayakannya. Memberikan hadiah, membuat kartu ucapan berisi kata-kata inspratif, memberikan pelukan dan ciuman mesra atau lain sebagainya.

Saya jadi teringat dengan pengalaman beberapa tahun yang lalu saat saya masih siswi berseragam putih-biru. Jauh-jauh hari saya sudah mempersiapkan apa yang akan saya berikan untuk Ibu saya pada Hari Ibu nanti. Di hari itu saya khusus membelikan setangkai bunga aromaterapi beserta potnya untuk beliau.  Lalu saya meletakkan bunga itu di atas meja makan, sambil mengatakan pada Ibu saya, "Mam, ini bunganya wangi lho." Ibu saya yang waktu itu lagi masak, cuma manggut-manggut. "Ngapain beli gituan?" kemudian Ibu saya bertanya dengan wajah aneh sambil menatap bunga aromaterapi itu, mungkin di dalam hati ibu saya membatin, "tumben bener anakku jadi romantis beli bunga-bunga segala".  Sambil cengengesan saya menjawab. "Nggap pa-pa, iseng doang."
Kalau mengingat itu, saya suka kegelian sendiri. Pada dasarnya saya bukan orang sintimental yang suka mengumbar kata-kata manis secara live untuk mengungkapkan apa yang saya rasakan, saya lebih mengapresiasikannya dalam bentuk perbuatan tanpa perlu merasa orang yang bersangkutan mengetahui apa yang ingin saya sampaikan. Gengsi, maybe.

Semakin usia bertambah, saya mulai berpikir dengan cara yang berbeda. Bagaimana Ibu saya bisa tahu apa yang saya rasakan jika saya tidak mulai mengatakannya. Mungkin sederhana, tapi saya tidak akan pernah tahu kalau ungkapan saya mungkin saja bisa bermakna lebih besar dari yang saya pikirkan, jika saya mulai mengatakannya pada Ibu saya.

Meskipun itu hanya satu kalimat sederhana seperti; "I love you, Mama."
Just simple, right? 
 Bukan berisi kalimat-kalimat khusus dan spesial, yang kata-katanya menghanyutkan. Tapi saya yakin, bagi seseorang yang sudah memberikan saya kehidupan  di dalam tubuhnya selama 9 bulan lebih, lalu berjuang memberikan kehidupan sesungguhnya ke dunia, hal itu menjadi sesuatu yang maknanya pasti begitu luar biasa.

Memang, tidak perlu menunggu hari Ibu tiba untuk mengungkapkan bagaimana rasa cinta kita pada mereka. Tapi terkadang seseorang membutuhkan satu momen untuk mengutarakan apa yang ada di dalam hatinya, dimana momen itu bisa membuat apa yang tadinya sulit terucapkan, bisa jadi lebih mudah dikeluarkan.

Untuk sebagian orang ada yang mungkin malu atau gengsi jika harus mengatakannya dalam bentuk lisan. Never mind,  mulai lah dari hal yang sederhana, menuangkannya dalam bentuk tulisan, dengan strategi "Surat untuk Ibu"

 So, jadikanlah momen Hari Ibu ini  menjadi momen terbaik kalian untuk menyampaikan apa yang kalian rasakan pada sosok "Ibu".

And then, mulailah menulis surat. :D

Nah, setelah menulis surat terus dapet hadiah, seru banget pasti ya. Mau?


So, simak persyaratannya di bawah ini ya:
1. Tema: Surat untuk Ibu
2. Surat harus asli buatan sendiri :))
3. Min 1 halaman maximal tidak terbatas (asal jangan sampe bikin 1 novel ya)
4. Surat di kirim via email: pembunuhberantai@ymail.com dengan subject Surat untuk Ibu. Kirim dalam bentuk document ya, jangan ditulis di badan email. (biar enak bacanya :D) Atau bisa juga via facebook dengan menulis di catatan kalian sendiri lalu tag ke fb Kakajol Hy Khan dengan tittle "Quiz on Desember. Surat untuk Ibu"
5. Sertakan nama, alamat dan contact person di bawah surat kalian ya.
6.Tulisan di tunggu sampai dengan hari Kamis, 22 Desember 2011 jam 23.59 teng
7. Pengumuman pemenang tanggal 25 Desember 2011 jam 12 teng. Pemberitahuannya akan langsung di info melalui email masing-masing pemenang.

Selain 2 novel Heaven on Earth ada 1 buah notebook mini hoe/ 1 buah komik mini, masing-masing untuk 2 pemenang yang terpilih.

:)
Happy writing


Nb: setelah menulis surat, jangan lupa selipin suratnya di bawah bantal Ibu ya. :D

salam.
dil.se











Kamis, 25 Agustus 2011

Be Strong "Selalu ada kekuatan di balik kelemahan"

Ketika tanpa sengaja mengutak-atik komputer yang sedang digunakan  seorang teman saya, saya menemukan salah satu judul yang membuat saya langsung tertarik, dan tanpa pikir panjang lagi langsung menclik-nya. Judul tersebut adalah "anak berusia 6 tahun yang hidup seorang diri"

Saat saya membaca rubrik tersebut, hal pertama yang terbesit dalam benak saya adalah "ini serius?" Kemudian saya langsung search dengan kata sandi "Ah Long" dan saya langsung menemukan sebuah fakta yang membuat saya terkejut, lebih tepatnya mungkin saya sama sekali tidak menyangka.




Ah Long adalah bocah laki-laki berasal dari propinsi Guangxi, Cina, berusia 6 tahun--yang hidup sendirian. Kedua orangtuanya meninggal, karena penyakit HIV AIDS. Dan Ah Long, menderita HIV bawaan sejak lahir.
Karena itulah tidak ada seorang pun yang ingin berhubungan dengannya. Dan bocah itu hidup seorang diri di rumah bekas kediaman almarhum/mah orangtuanya. Ia punya seorang nenek, berusia 84 tahun, tapi neneknya pun tidak ingin tinggal bersama dengan Ah Long, hanya datang untuk sekedar berkunjung saja.

Dalam hidupnya Ah Long hanya ditemani oleh seekor Anjing. Anjing itulah sahabat setianya selama ini.
Karena penyakitnya itu, semua orang menjauhinya, bahkan Ah Long dilarang bersekolah, disebabkan karena para orangtua murid tidak ingin anak-anak mereka sampai bermain atau berkomunikasi dengan Ah Long. 







Kesehariannya, Ah Long, belajar, bermain tanpa ditemani seorang pun, kecuali Anjingnya. Bahkan bocah ini pun memasak untuk dirinya sendiri, menanam sayuran dan berternak ayam. Ah Long juga mencari kayu bakar untuknya memasak. Semua pekerjaan itu, dilakukannya tanpa bantuan orang lain, seperti yang terjadi pada anak seusianya pada umumnya.


Apa yang ada dalam benak kalian ketika membaca sekelumit kehidupan Ah Long?
Bagaimana kalian melihatnya?

Ah Long, sama dengan anak umur 6 tahun yang lainnya, yang seharusnya bisa menikmati masa kecil mereka dengan canda dan tawa. Tapi karena sebuah penyakit, semua orang mengisolasinya. Ah Long pun sebenarnya pasti tidak mengerti apa itu HIV? Apa yang menyebabkan orang-orang menghindarinya?
Tapi coba lihatlah, bocah kecil itu mampu bertahan hidup, di tengah kekejaman yang mungkin tidak di mengertinya.
Dia pun tentunya tidak pernah ingin dirinya terlahir sebagai seorang HIV.

Tapi terlepas dari ironi yang terjadi.
Bagaimana Ah Long bertahan dalam kesendiriannya, menyentil hati saya terhadap sesuatu. Memberikan secercah pelajaran yang cukup berharga untuk diambil hikmahnya. Bahwa apapun, mau seperti apa pun dunia memandang diri kita. Dan sebera besar rintangan yang dihadapi, jangan pernah menyerah pada keadaan dan tetap terus bertahan. Karena justru itulah yang akan membuat kita menjadi semakin kuat untuk menghadapi apa yang ada di dpan nanti.

Sekarang, Ah Long sudah tidak sendirian lagi. Seorang wartawan yang mengangkat profilnya menggerak hati suatu yayasan untuk mengajak Ah Long tinggal di sebuah rumah amal. Sekarang, Ah Long sudah bisa berbagi dengan teman-temannya.

To Ah Long: Tetep selalu semangat dan semoga banyak orang terinspirasi.

Di luar sana, mungkin masih banyak Ah Long Ah Long yang lain. Sekarang kembali pada diri kita sendiri. Ada kah tempat untuk mereka dalam hidupmu?





salam
dil.se




Senin, 11 Juli 2011

Pemenang Kuis Miracle

Hei, ini dia satu yang beruntung dapetin novel Heaven on Earth...


FB: Elmi Rahma
Selamat buat pemenangnya. 
(ditunggu alamat lengkap dan nomer telpon kamu ya)
 

Buat yang belum kebagian, next time bisa mencoba lagi. :D
Thanks banget buat kalian semua untuk pertisipasinya di kuis miracle ya. 

Bingung menentukan siapa pemenangnya, karena jawabannya pada keren-keren dan menarik. Kembali lagi, it's the game. Dipilih berdasarkan kreatifutas diksi dan uniknya. 

Oke, jangan kapok untuk the next quiz ya.. 
See a
salam hangat


dilse. 
kakahy

Minggu, 26 Juni 2011

Quiz on Juli 2011

Halo, guys...

Welcome to my world my miracle. 

Berbagi kebahagiaan akan selalu mendatangkan kebaikan di kapan pun kesempatan.
Masuknya HoE (Heaven on Earth) ke cetakan ketiga bulan Juni ini, tidak lepas dari dukungan dan spirit teman-teman semua. Perjalanan HoE, akan terus berlayar selagi apresiasi teman-teman yang tidak berhenti. Thanks for all. 

Bergabunglah disini dan berbagi kebahagiaan bersama-sama.
Dan Ikutan juga quiz di bawah ini, yuk! Berhadiah novel Heaven on Earth buat satu orang pemenang.

Syaratnya: Cuma cukup memberi opini kalian untuk pertanyaan di bawah ini:

"Jika suatu hari, kalian harus dihadapkan pada sebuah situasi yang bertolak belakang dengan apa yang selama ini kalian bayangkan. Hal pertama apa yang akan kalian lakukan? Dan seperti apa kalian mengatasi keadaan itu?"

Langsung aja tulis opini kalian di kolom comentar di bawah ya.
Atau bisa juga komentar kalian di share di fb:pembunuhberantai@ymail.com :  pake format #kuis miracle (spasi) komentar kalian. 

Satu opini yang menarik, novel HoE akan jadi punya kamu!
Opini paling lambat ditunggu sampai 10 Juli 2011

Nb: Jangan lupa opini kalian disertakan juga dengan nama lengkap dan nama akun fb atau twitter kalian.
 

Thanks,
salam.
dil.se
kakahy


Rabu, 15 Juni 2011

Movie "DEVDAS"

The Film By Sanjay Leela Bhansali


Gara-gara lagi asyik download lagu lama, saya coba buka-buka file lagu film Devdas. Saya donlotlah beberapa judul, dan satu yang jadi faforit saya DOLA RE DOLA. Dan gara-gara lagu itu juga saya jadi ke pengen nonton ulang filmnya. Pertama kali saya nonton film ini, sekitar tahun 2002. Kesan pertama waktu nonton film ini, saya langsung bilang. "Ah, nggak suka. ceritanya nggak bagus! Soalnya endingnya jelek, masa shah rukh khannya mati."

Komentar yang polos banget, mengingat saat itu saya anak-anak yang masih bau jahe. Jadi wajarlah kalau langsung ilfeel begitu melihat bintang idolanya di film itu koid bukannya hepi ending seperti kebanyakan film-film bollywood.  

Kalau dingat-ingat lagi komentar itu, memang bikin geli. Masalahnya itu komentar dan pendapat yang fatal banget. Karena pada kenyataannya, ketika saya kembali menonton di tahun-tahun berikutnya, saya terjilat ludah sendiri. Ini film asyik banget! Meskipun nggak begitu emosi yang saya dapat waktu menontonnya.

Di tambah pula menonton untuk ke sekian kalinya malam ini, 
saya semakin falling in love.


Hampir di semua bagian saya suka. Apalagi scriptnya. India memang selalu identik dengan dialognya yang puitis dan dramatis,seperti juga di film ini, di beberapa adegan, dialognya bener-bener seperti punya jiwa.
Nggak cuma di bagian dialog menurut saya, tapi di gerak tubuh dan tarian juga mencerminkan yang sama. Seperti di salah satu lagu yang berada di awal cerita, selain lirik yang oke, menurut saya tariannya juga oke, malah seperti punya bahasa sendiri. Atau kata lainnya, tariannya berbicara.

Makanya, saya berani bilang, the film is so beautifull. Bukan lantaran ada Shah Rukh Khan-nya lho, meskipun itu bisa aja sih di jadiin alasan, hehe...
Sebenarnya  jalan ceritanya simple dan klise. Persahabatan yang di mulai sejak kecil, lalu membuat kedua topkoh utamanya saling jatuh cinta. Tapi di tangan Sanjay Leela Bhansali cerita yang sederhana itu jadi kelihatan indah dengan adegan-adegan 'manisnya'.


Ngomong-ngomong soal sutradaranya, dia adalah salah satu director faforit saya. Seperti yang pernah saya bilang, film yang di garap SLB (Sanjay Leela Bhansali) pasti selalu berkesan elegan, mewah dan 'indianya dapat banget, mulai dari pendirectoran karakter, tarian sama hal-hal remeh, bener-bener mencerminkan hindustani banget. Setiap seorang sutradara pasti punya gaya masing-masing dalam menciptakan karya, dan saya rasa inilah gaya SLB yang sangat saya suka.

Mau tahu film-film SLB yang lain. Bisa dilihat di sini:
  • Saawariya (2007)
  • Black (2005)
  • Devdas (2002)
  • Hum Dil De Chuke Sanam (1999)
  • Guzaarish

Selasa, 17 Mei 2011

Movie "PAA"

Beberapa hari yang lalu, saya pergi ke studio rental. Saya dengan seorang teman borong meminjam film di sana. Untuk saya sudah bisa dipastikan jenis film apa yang akan saya save jadi documen di laptop. Tentu saja, saya berburu film-film Bollywod dan Action dengan bintang seksinya Jason Statham (huhuhu). Sementara teman saya yang tergila-gila film 'kimcil' (baca; ABG banget) dan horor, meminjam beberapa film bertemakan yang disebut tadi. 

Diantara film-film action dan bollywood itu saya menyelipkan "PAA" film bollywood yang dimainkan oleh Abhisek Bachchan, Vidya Balan, Paresh Rawal, dan Amitabh Bachchan. Awalnya saya tertarik karena ceritanya tidak hanya menyelipkan cerita cinta yang biasanya jadi fokus utama film bollywood. Tapi juga karena cerita yang mengangkat tema tentang progeria. 

Sekedar pemberitahuan bagi yang belum 'dong' Progeria itu sejenis makanan apa. Lho? 
Progeria itu adalah suatu kelainan genetik pada tubuh manusia. Progeria berasal dari bahasa Yunani yaitu geras yang berarti usia tua. Jadi bisa diartikan seperti ini, kelainan genetik itu bisa mengakibatkan penuaan dini dengan kecepatan sekitar 4-7 kali lipat dari proses penuaan yang normal. Contoh seperti, anak usia 12 tahun bisa tampak seperti 60-70 tahun. Bahkan semua organ tubuh si bocah pun mengamali kerentanan seperti halnya orang tua di usia 60-70 tahun. IS... serem banget nggak sih?

But, guys.. 
Disini, saya tidak sedang membahas tentang progeria yang lebih memfokus. Tapi yang akan saya share di sinilah adalah mengenai film yang sudah saya sebutkan di atas. 

'PAA'

So... mungkin kalian sudah mendapatkan bayangan kasar tentang film itu. Dan saya akan tetap membiarkan kalian penasaran bagaimana jalan cerita dan alur film itu, karena disini yang akan saya bahas adalah tentang behind the caracter yang memegang peranan penting di film itu "AURO"

Auro inilah bocah yang mengalami kelainan genetik itu. Dan saat saya menyebutkan siapa yang memerankannya, mungkin ada dua kemungkinan, kalian bisa terkejut (bagi yang sudah pernah menonton, tentu) dan tanggapan yang biasa-biasa aja (jelas reaksi ini dari orang-orang yang belum pernah menontonya). Langsung saja, karakter itu di perankan oleh AMITABH BACHCAN.

Kebayang nggak sih, gimana tampangnya? Wets.. jangan kalian bayangkan tampang aslinya yang penuh jambang kasar dan wajah-wajah tua. 
Jauh... jauh... sekali. 
Bahkan saya, sempet kecele karena menduga itu adalah memang asli anak progeria. Selama proses itu saya dibiarkan menduga bahwa itu memang benar anak yang mengidap progeria. Sampai akhirnya film berakhir dan melihat tulisan seperti ini 

  Amitabh Bachchan as Auro

Kontan saya langsung, menjerit. Antara tidak terima tapi juga tidak percaya. Sumpeeeehhh lo???? Akting yang benar-benar sempurna. Bahkan jika memang itu benar penderita progeria. Saya acungi jempol aktingnya bagus dan natural. 
Tapi ternyata saya salah alamat. Akting keren itu dimainkan oleh bapaknya Bollywood. 

Terus terang, dari sekian film yang dimainkan Mr Bollywood ini, karakter ini yang menurut saya luaaaaaarrrbiaaaasaaaaaa kerreeeennnn... 

 Dan kalau boleh jujur, ini jadi karakter faforit saya selama berabad-abad Mr Bollywood ini terjun ke industri film di Bollywood. Perfect. Mulai dari cara berjalan, tertawa, sampai hal-hal sepele, MR Amit bener-bener bersih tanpa cela. Tentu saja tidak diragukan kalau dia berhasil memerankan karakter tersebut karena jam terbangnya yang sudah setinggi luar angkasa. APLoossssss yang keras deh.



Tapi ada satu yang saya sayangkan. Selama durasi film itu berjalan, sebenarnya saya juga sempat merasa ada sesuatu yang ganjil di sebuah adegan. Saat Auro dan Amol (Abhisek Bachchan) di dalam pesawat, saya sempat merasa ada keanehan pada wajah Auro di bawah bagian leher. Seperti terlihat wajah itu buatan karena seperti mengelupas. Tapi karena saya saking takjubnya melihat akting yang natural itu, saya menyangkali dugaan bahwa wajah itu hanya buatan.

Dan ketika film berakhir dan saya melihat kenyataannya, saya langsung merewind adegan itu dan mengamatinya lebih seksama. Yess! Dugaan itu terlewat. Mungkin ini bisa disebut kelalaian? Entahlah. Tapi terlepas dari itu kelihaian tim artistik nyaris tanpa celah sudah menciptakan karya yang mampu membuat saya--mungkin juga penonton yang lain--merasa tertipu.


Mungkin kalian yang bertanya-tanya, seheboh apa sih? Oke, untuk membuktikannya, kalian bisa langsung tonton saja film ini. Percaya deh, nggak bakal rugi. Bagi yang tidak suka nonton Bollywood karena sering merasa terusik dengan nyanyi dan tari-tariannya, jangan kuatir, film ini bisa saya bilang minim lagu dan tarian (bahkan tarian sepertinya tidak ada), meski itu pun tetap ada di bagian-bagian tertentu. Tapi tidak sebanyak biasanya. 

Sedikit bocoran. Kalian juga nggak bakal boring, karena film ini memberikan sentuhan komedi yang bisa bikin perut kalian geli-geli gimanaaaa gitu. Karena karakter Aurodigambarkan ceria, lucu dan begitu khas anak-anak. Bahkan saya punya salah satu adegan faforit lho. Seperti apa itu? Mm.... bisa kalian tonton sendiri kok. saya akan kasih cluenya "round a round" :)

Dan disini kalian juga tidak akan disuguhi agedan-adegan penindasan seperti di sinetron-sinetron kalau salah satu tokohnya mengalami kelainan dan hal-hal sebagainya. Di sini, justru teman-teman sekolah Auro dan semua orang yang mengenalnya, menyanyangi dan sangat perhatian padanya. 
Oya, satu lagi. Lokasi-lokasi syutingnya pun menarik. Bisa sekalian mencuci mata, melihat gedung-gedung yang artistik dan cantik.  


Mumpung sekarang lagi libur. Buru aja segera filmnya. Ingat ya. "PAA"

Selamat menonton.


salam
dil.se